catatan dan tong sampah

Di postingan sebelumnya, saya menumpahkan kegalauan akan bagaimana harus membagi partisi harddisk, nah kini saya akan curhat tentang kerempongan dalam menyiapkan Live USB untuk memasang sistem operasi.

Netbook saya ini, seperti kebanyakan netbook, atau barangkali memang demikianlah definisi sebuah netbook, tidak punya CD-ROM drive *suara petir menggelegar*. Bukan masalah. Saya bisa membuat Live USB Linux Mint 11 (Katya) dengan bantuan aplikasi Unetbootin. Bahkan nubi tolol macam saya tak perlu terlalu mengernyitkan dahi melakukannya. Easy Peasy. Yeah, itu adalah easy peasy, setidaknya hingga saya menyadari bahwa: Windows 7 tidak seperti Linux!

Well, Windows 7 adalah OS berbayar, saya khawatir tidak akan semudah itu jika saya ingin membuat Live USB Windows 7, permasalahan lisensi, proteksi, dan sebagainya. Holy Shit! Untuk membuat Live USB suatu OS, kita harus punya ISO image dari CD / DVD installer OS tersebut. Saya dapat ISO image Linux Mint 11 dari seorang anak STAN IC, sedangkan ISO image Windows 7 saya buat sendiri dari DVD boleh minjem temen dengan numpang di laptop temen juga *sorry ya bukan berarti gak modal u_u*. Cara membuatnya juga tak sulit dengan bantuan aplikasi ISO image creator yang bejibun jumlahnya, pilih saja yang kamu suka (saya sih pakai Ultra ISO). Agar saya leluasa mengintip isi file ISO tersebut, saya memasang software MagicDisc di netbook dan me-mount file ISO tersebut bila perlu.

Saya pun bertanya pada paman Google bagaimanakah caranya. Saya menemukan beberapa software dan tutorial, saya tak ingat apa saja. Hal pertama yang saya lakukan adalah mengamankan data saya yang ada di flashdisk, kemudian memformatnya dengan filesystem NTFS (untuk Live USB Windows 7 kita perlu filesystem NTFS, sedangkan untuk Live USB Linux Mint 11 kita perlu filesystem FAT32).

Yang pertama saya coba adalah software resmi dari Microsoft, Windows 7 DVD / USB. Dengan ekspektasi yang terlanjur membumbung tinggi, saya gagal. Penyebabnya adalah DVD yang saya pinjam dari salah seorang teman ini bukanlah DVD original. Kemudian saya coba software yang lain, juga tidak berhasil.

Hampir putus asa, saya mencoba langkah-langkah dari sebuah tutorial yang paling rempong, akhirnya berhasil! _(._.)_ (‘-‘)/ _(._.)_ (‘-‘)/ _(._.)_ (‘-‘)/ Saya memformat flashdisk saya terlebih dahulu, dan mematikan SmadAV (SmadAV selalu menambahkan autorun pada flashdisk yang baru dicolok dan saya tak mau SmadAV mengacaukan flashdisk saya). Kemudian saya membuka Command Line dan mengetikkan kode-kode gak jelas sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh tutorial tersebut (ia memiliki sesuatu untuk dilakukan dengan bootsect-bootsect sesuatu). Setelah itu meng-copy semua file dari DVD Windows 7 secara manual ke flashdisk, dan Voila! Aku siaaap. aku siaaap, aku siaaap…

Saya hanya punya satu flashdisk, tetapi ingin memasang dua OS. Bukan masalah. Yang pertama kali harus dipasang adalah Windows, karena itulah flashdisk harus dibuat Live USB Windows 7 terlebih dahulu. Alasannya, satu, saya butuh Windows terpasang sebelum Linux Mint 11 untuk menjalankan Unetbootin, yang akan saya gunakan untuk membuat Live USB Linux Mint 11. Dua, Windows itu bodoh, Windows tak tahu cara melakukan dual boot, sedangkan Linux bisa.

Bersambung ke postingan berikutnya, yang mengisahkan tahap akhir dari segala bencana ini, saat Katya dan Jendela sudah bisa hidup mesra dalam satu rumah :”3, minggu depan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s