catatan dan tong sampah

Memasuki semester akhir, sebuah semester yang sangat menunjukkan paradoks anak STAN. Semester ini adalah semester di mana kita sering mengeluh karena merasa menganggur padahal tugasnya banyak yang belum dikerjakan. Sering juga mengeluh karena terlalu banyak tugas padahal masuk kuliah aja jarang-jarang. -.-a

Jarang-jarang karena mata kuliah juga hanya ada 4, Akuntansi Keuangan Lanjutan II, Audit Keuangan Sektor Pemerintah, Audit Kinerja Sektor Pemerintah, dan Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian. Akuntansi Keuangan Lanjutan mendadak menjadi favorit anak kelas, setelah sebelumnya menjadi yang paling suram. ._.

Sekelumit catatan!

Indirect Holding

Indirect holding ini bisa dibayangkan seperti nenek-bapak-cucu. Si nenek memiliki anak sebesar xx%, habis itu anaknya nenek ini, alias si bapak, memiliki anak lagi (si cucu) sebesar xx%.

Cara konsolidasi di sini itu masih sama seperti pada umumnya. Cuma kita perlu hati-hati sama NCI Exp Bapak, NCI bapak harus disesuaikan dgn dividen cucu dan income from cucu…

NCI Exp Bapak = % NCI x ( Net Inc Bapak – Dividen Inc frm Cucu for Bapak + Inc frm Cucu for Bapak – amort +- realized/unrealized upstream)

Net Income bapak ini disesuaikan seolah-olah jadi seperti investment metode equity, dengan menghilangkan dividen yang diterima bapak dari si cucu dan memasukkan Income from Cucu yang jadi bagiannya si bapak. Income from Cucu bagiannya Bapak ini ya persentase kepemilikan bapak x net income yang dihasilkan cucu

Indirect Holding with Connecting Affiliates

Nah sekarang gimana kalo ternyata si bapak nya ini paok bin belegug? si bapak menjalin hubungan terlarang, yaitu incest dengan nenek, terus bapak dan nenek ini punya anak (si Cucu).  nah si Cucu itu yang jelas anaknya si Bapak. Tapi si Cucu ini anaknya apa cucunya si Nenek? O_O

Cara konsolidasi di sini masih sama seperti di Indirect Holding biasa, tetep harus hati-hati sama perhitungan NCI Expense Bapak

Tambahannya, kalau di sini saldo Investment in Cucu ada 2,
Investment in Cucu xx% (bagiannya Bapak)
Investment in Cucu xx% (bagiannya Nenek)

Mutual Holding

Anak memiliki sebagian Ibu. Jika terjadi yang seperti ini, maka yang pasti harus dieliminasi adalah pembagian dividen dari anak ke Ibu dan dividen dari Ibu ke anak. Bisa saja terjadi:

kasus 1: Ibu <-> Anak,

Kalau dalam konsolidasian, anak yang beli saham ibu itu sama dengan perusahaan beli sahamnya sendiri (Treasury Stock). Jadi, saldo Investment in Ibu harus direklas jd Treasury Stock

kasus 2: Kakek -> Ibu <-> Anak

Kalau di kasus 2 ini, laporan konsolidasi disusun untuk pemegang saham Kakek, tidak ada reklas ke Treasury Stock, karena Ibu/Cucu tidak memiliki saham Kakek ._.

Saldo Investment in Ibu ada 2, seperti dalam Indirect holding with connecting affiliates
Investment in Ibu – xx% (bagiannya kakek)
Investment in Ibu – xx% (bagiannya cucu)

Teori Konsolidasi:

kata om Beams itu, teori konsolidasi itu berevolusi dari Parent Company Theory ke Entity (Contemporary) Theory ._.
Parent Company Theory: lapkeu konsolidasi dibuat dari sudut pandang pemegang saham Parent
Entity Theory: lapkeu konsolidasi dibuat dari sudut pandang Subsidiary… ._.
Traditional Theory: kompromi antara Parent-Company dan Entity Theory… detailnya bisa dibaca di Beams https://t.co/RUgmJREJ4K

Joint Venture

Joint Venture adalah perjanjian kontraktual pengendalian bersama oleh beberapa perusahaan (venturer). Ada 3 macam:

1. Jointly Controlled Operation

2. Jointly Controlled Asset

3. Jointly Controlled Entity

JCO dan JCA tidak mendirikan entitas tersendiri, tidak membuat pencatatan ventura bersama tersendiri, pencatatan langsung dilakukan di catatan masing-masing venturer.

JCE mendirikan entitas tersendiri, bisa berupa PT, partnership, atau lainnya. Kemudian menunjuk salah satu venturer sebagai Manajer Eksekutif dan venturer lain sebagai Manajer Operasi.

Jika entitas JCE itu berupa PT, ada 2 metode yang bisa dipilih:

1. Metode Konsolidasi Proporsional

dilakukan dengan “membersihkan” bagian partisipasi rekan venturer lainnya dari saldo, sehingga hanya menggabung bagian partisipasi yang menjadi haknya.

2. Metode Ekuitas

sama persis dengan konsolidasi biasa

Jika entitas JCE itu berupa Partnership, ada 2 metode yang bisa dipilih:

1. Pembukuan Terpisah untuk JV
Pembukuan JV: dicatat seperti pada Partnership
Pembukuan Venturer: dicatat sebagai Investment in JV dengan metode ekuitas

2. Pembukuan di dalam buku satu atau beberapa venturer
dicatat sebagai aset Joint Venture (100%), modal venturer lain dicatat sebagai utang.
Pembukuan Venturer yang menjadi Managing Partner:  untuk kas dan piutang JV dicatat di akun tersendiri sebagai aset Joint Venture Cash (100%), Joint Venture Notes Receivable (100%),
Pembukuan Venturer lainnya: mutasi Cash antara Joint Venture dan Venturer dicatat sebagai  pengurangan/penambahan utang pada managing partner

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s